<< اللهم صل على محمد وسلم >> << اللهم صل على محمد وسلم >>

Rabu, 17 Desember 2025

006. MASJID ISTIQLAL JAKARTA INDONESIA

MASJID ISTIQLAL JAKARTA INDONESIA
    


    ​Masjid Istiqlal, yang berarti "Merdeka", digagas pada 1950 oleh KH Wahid Hasyim dan Presiden Soekarno sebagai wujud syukur kemerdekaan RI. Arsiteknya adalah Friedrich Silaban (seorang Kristen) yang memenangkan sayembara desain pada 1955.
​Peletakan batu pertama dilakukan pada 24 Agustus 1961. Sempat terhambat situasi politik, masjid terbesar di Asia Tenggara ini akhirnya diresmikan Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Lokasinya yang berseberangan dengan Katedral Jakarta menjadi simbol harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

   ​Friedrich Silaban mendesain masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai monumen sejarah. Ia memasukkan banyak simbol angka yang berkaitan dengan kemerdekaan Indonesia dan nilai-nilai Islam ke dalam struktur bangunannya.
​Berikut adalah rincian filosofinya:
​1. Simbolisme Angka Kemerdekaan (17-8-1945)
​Karena nama masjid ini adalah "Istiqlal" (Merdeka), elemen kemerdekaan sangat kental pada ukuran fisiknya:
​Diameter Kubah Utama 45 Meter: Melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, 1945.
​Diameter Kubah Kecil 8 Meter: Melambangkan bulan kemerdekaan, yaitu Agustus (bulan ke-8).
​Angka 17: Meskipun tidak ada struktur tunggal berukuran 17 meter, angka ini tersirat dalam kombinasi elemen dan tanggal peresmian awal yang direncanakan.
​2. Simbolisme Keislaman dan Ketauhidan
​Struktur bangunan juga mencerminkan prinsip-prinsip dasar Islam:
​Satu Menara Tunggal: Berbeda dengan masjid gaya Utsmaniyah atau Timur Tengah yang biasanya memiliki banyak menara, Istiqlal hanya memiliki satu menara. Ini melambangkan Tauhid (Keesaan Allah SWT).
​Tinggi Menara 6.666 Cm: Menara ini memiliki tinggi total 66,66 meter (atau sering dibulatkan menjadi angka simbolis), yang melambangkan jumlah ayat dalam Al-Qur'an (yang secara tradisional sering disebut berjumlah 6.666 ayat).
​12 Tiang Utama: Kubah besar ditopang oleh 12 tiang raksasa. Angka 12 ini melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu 12 Rabiul Awal.
​5 Lantai: Bangunan masjid terdiri dari 5 lantai (1 lantai dasar + 4 lantai balkon). Ini melambangkan 5 Rukun Islam sekaligus 5 Sila dalam Pancasila.
​3. Gaya Arsitektur Modern Tropis
​Friedrich Silaban menerapkan gaya Modern International yang minimalis dan geometris (kubus dan bola), bukan gaya Timur Tengah yang penuh ornamen lengkung rumit.
​Material: Menggunakan marmer dan stainless steel (baja antikarat) agar bangunan kokoh, terlihat bersih, dan minim perawatan jangka panjang.
​Sirkulasi Udara: Dinding-dinding masjid dibuat terbuka dengan kerawang (lubang angin) yang lebar. Ini menyesuaikan dengan iklim tropis Jakarta yang panas, memungkinkan udara bersirkulasi alami tanpa AC di ruang utama.
​4. Simbol Toleransi (Terowongan Silaturahmi)
​Letak masjid yang sengaja dipilih di bekas Taman Wilhelmina—tepat di seberang Gereja Katedral Jakarta—adalah simbol keharmonisan. Kini, kedua bangunan ibadah ini bahkan dihubungkan oleh "Terowongan Silaturahmi" bawah tanah, yang memudahkan akses parkir sekaligus menjadi simbol fisik eratnya persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.

Creator ; Ahmad fathony masyhury assamaronjy

Copy right © 2025 kopi santri keling - All rights reserverd

Tidak ada komentar:

DAFTAR ISI

001.KHUTBAH JUM'AT MENYAMBUT BULAN ROMADHON BAHASA ARAB

KHUTBAH JUM'AT MENYAMBUTT BULAN ROMADHON  BAHASA ARAB  الخُطْبَةُ الأُولَى ​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا...