<< اللهم صل على محمد وسلم >> << اللهم صل على محمد وسلم >>

Rabu, 04 Februari 2026

009.SYEKH AHMAD KHOTIB AS-SAMBASY

SYEKH AHMAD KHOTIB AS-SAMBASY


     Syekh Ahmad Khotib As-sambasy adalah Ulama' Nusantara Pendiri Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

     ✒️Syekh Ahmad Khotib As-Sambasy أحمد خطيب السمباسي yang lahir pada ( Shofar 1217 H / ±1802–1803 M – wafat 1289 H/1872–1875 M) adalah seorang ulama' sufi yang berasal dari Indonesia yang namanya sangat masyhur di Makkah pada abad ke-19. Beliau dikenal sebagai tokoh sentral dalam pengembangan Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN), sebuah thoriqoh gabungan yang kemudian berkembang pesat di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Dalam literatur klasik dan tradisi keilmuan pesantren, beliau sering disebut dengan gelar kehormatan seperti al-‘Alim al-‘Al'alamah, al-‘Arif Billah, al-Faqih ash-Shufi, sebagai bentuk penghormatan atas kedalaman ilmu dan pengaruh spiritualnya di kalangan Ihwan dan murid-muridnya.

   📝Asal-Usul dan Latar Belakang Keluarga :

      Syekh Ahmad khotib dilahirkan di Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan barat, pada bulan Shofar 1217 H, yang bertepatan sekitar tahun 1802–1803 M. Ayahnya bernama Abdul Ghofur bin Abdullah yang berasal dari keluarga perantau yang dikenal taat beragama.

    Wilayah Sambas pada masa itu merupakan daerah kesultanan Islam yang telah lama memiliki tradisi keilmuan sejak Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Tsafiuddin, Sambas berkembang sebagai pusat Islam di Kalimantan barat, lingkungan religius inilah yang membentuk fondasi awal pendidikan Syekh Ahmad Khotib.

   📝Pendidikan Awal di Sambas :

    Sejak kecil, Ahmad Khotib diasuh oleh pamannya yang dikenal 'alim dan waro’, Beliau mempelajari dasar-dasar ilmu agama seperti fikih, tauhid, tashowuf, serta ilmu alat—dari sejumlah ulama setempat, salah satu gurunya yang tercatat dalam tradisi lokal adalah Haji Nuruddin musthofa, yang waktu itu menjadi Imam Masjid Jami’ Kesultanan Sambas. Kecerdasan dan kesungguhannya dalam menuntut ilmu membuatnya menonjol di kalangan sebayanya.

    📝Hijrah Ilmu ke Makkah :

    Melihat potensi keilmuannya, sekitar tahun 1820 M keluarga Syekh Ahmad Khotib mengirimnya untuk berangkat ke Makkah al-Mukarromah untuk melanjutkan studinya, danwaktu itu usia beliau masih relatif muda.

     Di Makkah, ia belajar kepada sejumlah ulama' besar dan mendalami berbagai disiplin keilmuan Islam, terutama fikih dan tashowuf, dan di kota suci ini pula ia menikah dengan seorang perempuan keturunan Arab-Melayu dan menetap hingga akhir hayatnya, sejak saat itu, Syekh Ahmad Khotib tidak kembali menetap di tanah kelahirannya, namun pengaruhnya justru menyebar luas ke Nusantara melalui murid-muridnya.

   📝Pendiri Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah :

   Peran terbesar Syekh Ahmad Khotib As-Sambasi dalam sejarah Islam Nusantara adalah sebagai perintis dan pengembang Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN).

   TQN merupakan penggabungan metodologis dari dua thoriqoh besar dunia Islam, yaitu dari thoriqoh Qodiriyah (berakar pada Syekh Abdul Qodir Al-Jilany) dan thoriqoh Naqsyabandiyah (berakar pada Syekh Baha’uddin An-Naqsyabandy). Penggabungan ini bukanlah pencampuran serampangan, melainkan penyatuan metode dzikir, suluk, dan pembinaan spiritual yang tetap berlandaskan Al-Qur’an, Sunnah, dan tradisi ulama' salaf, karena itu, TQN diterima luas sebagai thoriqoh mu‘tabarah di kalangan Ahlussunnah wal Jama‘ah.

   📝Jaringan Murid dan Penyebaran di Nusantara :

   Syekh Ahmad Khotib tidak secara langsung berdakwah ke Nusantara setelah menetap di Makkah. Penyebaran TQN dilakukan melalui murid-muridnya, antara lain:

➡️• Syekh Muhammad bin Abdul Karim (dikenal sebagai Syekh Muhammad Garut/Jabal Qubais)

➡️• Syekh Hasan Bisri bin Thochir (Garut)

➡️• Syekh Abbas bin Affandi al-Ilyasi (Garut)

➡️• Syekh Abdul Karim Banten

➡️• Syekh Tholhah Cirebon

➡️• Syekh Hasbullah Madura

   Melalui jalur inilah TQN berkembang pesat di Jawa Barat, Banten, Madura, lalu meluas ke Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand Selatan.

   📝Ajaran dan Prinsip Dasar TQN :

   Ajaran TQN menekankan keselarasan antara syariat, thoriqot, dan haqiqot. Praktik tashowuf tidak dipisahkan dari ketaatan pada hukum Islam.

   📝Tujuan utama TQN adalah:

➡️• Penyucian jiwa (tazkiyatun nafsi)
➡️• Kedekatan spiritual kepada Allah SWT
➡️• Pembentukan akhlak mulia dalam kehidupan sosial

    📝Dalam praktiknya, TQN juga menanamkan nilai:

➡️• Disiplin ibadah
➡️• Ketaatan kepada guru
➡️• Kepedulian sosial
➡️• Kesetiaan kepada agama dan tanah air.

    📝Pandangan Sosial dan Filosofis :

Ajaran etika sosial TQN tercermin dalam Tanbih, yang menekankan keseimbangan hubungan sosial:

➡️• Menghormati orang yang lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya

➡️• Menjaga kerukunan dengan sesama

➡️• Bersikap rendah hati kepada yang lebih lemah

➡️• Menyayangi fakir miskin dengan empati dan kepedulian nyata

Nilai-nilai ini menjadikan TQN bukan hanya jalan spiritual, tetapi juga gerakan moral dan sosial.

    📝Peran dalam Sejarah Sosial Keagamaan :

    Meski Syekh Ahmad Khotib tidak terlibat langsung dalam perlawanan fisik terhadap kolonialisme, jaringan murid TQN berperan penting dalam pembentukan kesadaran keagamaan, pendidikan pesantren, dan gerakan sosial-keislaman yang kemudian turut menopang perjuangan umat Islam di Indonesia.

    📝Wafat dan Perbedaan Pendapat Sejarawan :

    Terdapat perbedaan pendapat mengenai tahun wafat Syekh Ahmad Khotib As-Sambasi:

➡️• Abdullah Mirdad Abu al-Khoir menyebut 1280 H (±1863 M) — pendapat ini dinilai lemah.

➡️• Umar Abdul Jabbar menyebut 1289 H (±1872 M).

Sebuah manuskrip Fath al-‘Arifin mencatat bahwa Syekh Ahmad Khotib masih hidup pada 7 Dzulhijjah 1286 H, sehingga pendapat wafat tahun 1289 H dinilai paling mendekati kebenaran.

Beliau wafat di Makkah al-Mukarromah, kota yang menjadi pusat pengabdian ilmu dan dakwahnya.

   📝Syekh Ahmad Khotib As-Sambasi adalah contoh nyata ulama' Nusantara berkelas dunia internasional yang memberi kontribusi besar dalam sejarah tashowuf dan keislaman Asia Tenggara. Warisannya tetap hidup melalui Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah dan jaringan pesantren yang terus berkhidmat hingga hari ini.

والله اعلم


Creator ; Ahmad fathony masyhury assamaronjy

Copy right © 2026 kopi santri keling - All rights reserverd

DAFTAR ISI

009.SYEKH AHMAD KHOTIB AS-SAMBASY

SYEKH AHMAD KHOTIB AS-SAMBASY       Syekh Ahmad Khotib As-sambasy adalah  Ulama' Nusantara Pendiri Thoriqoh Qodiriyah wa Naq...